Pengendara Di Tol Trans Jawa Ini Dapat BBM Gratis Setelah Membayar Menggunakan Aplikasi

Pengendara Di Tol Trans Jawa Ini Dapat BBM Gratis Setelah Membayar Menggunakan Aplikasi

PT Pertamina terus melakukan edukasi penggunaan uang non tunai kepada para pemudik liburan Natal dan Tahun baru yang tengah melakukan pengisian bahan bakar minyak kendaraan mereka di SPBU KM 429.

Sebagai bentuk apresiasi dari perusahaan, dua pemudik yaitu Siswanto dan Lusiana memperoleh pengisian BBM gratis sebesar Rp 200 ribu karena telah melakukan transaksi melakukan aplikasi dompet digital LinkAja.

Siswanto menilai bahwa pelayanan Pertamina sudah semakin baik, terutama pada waktu tertentu seperti libur hari besar saat ini.

Pengendara Di Tol Trans Jawa Ini Dapat BBM Gratis Setelah Membayar Menggunakan Aplikasi

“Menurut saya semakin baik pelayanan dari Pertamina. Konsumen semakin nyaman untuk mengisi BBM ataupun untuk beristirahat di SPBU Pertamina,” jelasnya di SPBU KM 429, Ungaran, Jawa Tengah.

Sementara itu, Lusiana mengatakan bahwa kesiapan Pertamina menghadapi liburan Natal dan Tahun Baru kali ini sudah sangat baik dan sangat memudahkan para pengguna jalan yang sedang bepergian untuk menikmati liburan dan membawa kendaraan mereka sendiri melalui Tol Trans Jawa.

“Ini bagus ya. Tidak hanya SPBU besar tetapi juga ada SPBU kecil seperti modular begitu ya. Sekarang jadinya tenang kalau pergi, tidak khawatir akan kehabisan bahan bakar di tengah jalan. Pokoknya keren,” jelasnya.

Mereka berdua mengharapkan supaya Pertamina dapat mempertahankan kualitas dari produk beserta layanan yang mereka miliki, tidak hanya untuk hari besar akan tetapi juga hari biasa.

“Semoga Pertamina semakin baik dalam menyediakan pelayanan ke konsumen. Pertamina tetap menjadi kebanggaan rakyat Indonesia,” ucapnya.

Sebelumnya, Direktur Pemasaran Retail Pertamina, Mas’ud Khamid mengatakan bahwa sebesar 25 persen konsumen Pertamina masih menggunakan uang tunai dan perseroan mengharapkan dapat menurunkan angka tersebut.

Upaya yang dilakukan adalah dengan salah satunya memberikan poin pengisian BBM dengan menggunakan aplikasi pembayaran hingga pemberian hadiah rutin setiap minggunya.

Pertamina bahkan menghadirkan sistem pembayaran dulu lalu isi melalui aplikasi pembayaran digital tersebut.

Restoran Di Hongkong Bagikan Makanan Gratis Selama Natal Untuk Para Demonstran

Restoran Di Hongkong Bagikan Makanan Gratis Selama Natal Untuk Para Demonstran

Ratusan demonstran anti-pemerintah dan para pendukungnya pada Rabu, 25 Desember 2019 berkumpul di luar sebuah restoran kecil di Hongkong untuk merayakan Natal melalui cara yang tidak biasa. Pada area ini, mereka akan makan-makan memperingati hari lahirnya Yesus.

“Masyarakat Hongkong lebih bersatu pada Natal tahun ini jika dibandingkan sebelumnya,” kata Glory, pemilik restoran Kwong Wing Katering.

Para demonstran anti pemerintah ini mengedarkan piring supaya orang lain dapat ikut menikmati sajian makanan. Tersaji di nampang besar makanan berupa mie, pasta dan ayam goreng. Semua makanan ini disajikan secara gratis oleh pemilik restoran Kwong Wing Katering beserta beberapa donatur yang tidak diungkapkan namanya.

Restoran Di Hongkong Bagikan Makanan Gratis Selama Natal Untuk Para Demonstran

“Sebenarnya tidak ada rasa suasana Natal tahun ini akan tetapi ada rasa persatuan yang kuat,” kata Glory.

Jeanette, 22 tahun yang merupakan mahasiswi sebuah universitas di Hongkong menceritakan bahwa dirinya dan temannya biasanya menghabiskan Natal bersama dengan keluarga. Akan tetapi, tahun ini mereka mengikuti unjuk rasa damai yang telah berjalan hampir setengah tahun.

“Kami sekarang semua yaitu para peserta unjuk rasa telah terasa seperti keluarga,” kata Jeanette.

Restroan Kwong Wing Katering ini adalah salah satu dari beberapa usaha di Hongkong yang menjadi bagian apa yang disebut dengan Ekonomi Kuning di Hongkong. Usaha-usaha ini diketahui mendukung kampanye kelompok masyarakat yang pro dengan demokrasi. Di restoran ini pada Natal kali ini, dipenuhi dengan tulisan dukungan dari para pelanggannya.

Hongkong memanas oelh gelombang unjuk rasa anti pemerintah yang meletup pada Juni 2019 lalu dan tidak menunjukan adanya tanda akan berhenti. Pada hari Natal, 25 Desember 2019, masyarakat turun ke jalan dengan menggunakan pakaian serba hitam. Mereka berlindung ke pusat perbelanjaan untuk menghindari tembakan gas air mata yang ditembakan oleh aparat ke arah mereka.

Para demonstran yang berunjuk rasa meluapkan kemarahan atas apa yang mereka sebut sebagai sebuah gangguan dari Beijing terhadap otonomi Hongkong. Hongkong berada dalam aturan satu negara dua sistem setelah wilayah ini dikembalikan oleh Inggris ke Beijing.